www.AlvinAdam.com


Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 09.21

Ratusan Peserta Tumpah Ruah di Jambore Nasional Keenam AvanzaXenia Indonesia Club

Ratusan Peserta Tumpah Ruah di Jambore Nasional Keenam AvanzaXenia Indonesia Club

Jambore kali ini diwarnai pengesahan 17 cabang baru lewat mekanisme rapat anggota istimewa (RAI).

Ratusan Peserta Tumpah Ruah di Jambore Nasional Keenam AvanzaXenia Indonesia ClubHOKemeriahan jambore nasional keenam AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) di Lawang, Malang, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komunitas pemilik mobil Avanza dan Xenia, AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) menggelar jambore nasional di Kecamatan Lawang, Malang, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Jambore yang berlangsung dua hari, (16-17/2/2018) ini diikuti 457 anggota dari chapter dan cabang AXIC di Pulau Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dan menjadi jambore nasional keenam.

Jambore kali ini diwarnai pengesahan 17 cabang baru lewat mekanisme rapat anggota istimewa (RAI). Dengan demikian, komunitas ini kini memiliki 46 chapter dan cabang dari seluruh Indonesia.

"Salah satu agenda penting setiap jambore adalah pengesahan cabang baru AXIC. Cabang baru ini sebenarnya sudah eksis di daerahnya masing-masing dengan segala aktivitasnya, tapi baru disahkan lewat RAI di jambore tahun ini," sebut Chairul M Putra, Ketua Umum AXIC, dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (22/2/2018).

Baca: Tiga Unit Bus Maxi Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 Diluncurkan untuk Layani Trayek Sumatera

Baca: Banyak Dipakai di Sektor Konstruksi: New Generation Ranger FM 260 JD, Truk Paling Laris Hino di 2017

Cabang-cabang baru tersebut adalah Raja Ampat, Sorong, Jayapura, Sidrap, Pinrang, Batam dan Prabumulih, Banjarmasin serta Samarinda.

Di Pulau Jawa, cabang baru yang terbentuk antara lain Cianjur-Puncak, Blora, Kudus, Trenggalek, Jember, Tulungagung, Magelang-Kedu, dan Madura.
Acara jambore dua tahunan dimeriahkan pula dengan kontes mobil dan lomba car limbo, serta kegiatan sosial melibatkan 150 anggota Legiun Veteran RI (LVRI) Malang memperebutkan piala di 40 kategori, dan kontes khusus anggota AXIC.

Penulis: Choirul Arifin Ikuti kami di Video Pegawai BPJS Istri Polisi Digerebek Berduaan di Hotel Bersama Driver Taksi Online Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

no image

Posted by On 09.21

Asprov PSSI Jatim Putar Kompetisi Liga 3 pada Awal April

Bola.com, Surabaya - Asprov PSSI Jawa Timur menggelar workshop bagi klub-klub Liga 3 dan Liga U-17 di The Alana Hotel, Surabaya, Kamis (22/2/2018). Gelaran workshop kali ini bertujuan untuk mensosialisasikan jadwal kick-off kompetisi Liga 3 regional Jatim, serta batasan usia pemain.

Sesuai dengan jadwal yang telah disusun Asprov PSSI Jatim, kompetisi ini akan diputar mulai 1 April hingga Agustus mendatang. Kompetisi ini rencananya akan diikuti 56 tim. Mereka dibagi menjadi 8 grup dengan masing-masing pul akan diisi tujuh klub peserta.

  • Egy Maulana Bakal Bertolak ke Polandia
  • Segera Bergulir, Ini Jadwal dan Regulasi Liga 3 2018
  • Dua Striker Brasil Mendekat ke Persipura

Pada babak pertama ini, kompetisi Liga 3 digelar dengan sistem kompetisi penuh alias kandang dan tandang. Sehingga setiap klub akan ber temu dua kali.

Setelah fase ini, hanya ada 16 klub yang tampil di babak kedua. Mereka kembali dibagi dalam grouping. Kali ini, ada 4 grup dengan masing-masing grup dihuni oleh 4 tim kontestan. Berbeda dengan fase pertama, di babak ini akan menjalani format setengah kompetisi.

Juara setiap grup berhak tampil di semifinal. Bagi tim yang tak lolos ke semifinal masih memiliki kesempatan untuk lolos ke babak nasional yang mempertemukan wakil dari provinsi lain.

Sebagai catatan, Jatim mendapatkan kuota 11 tim yang berhak tampil di babak zona Jawa. Jumlah tim sebanyak itu diambil dari juara, runner-up grup dan tiga peringkat ketiga terbaik di akhir babak kedua.

Sementara soal regulasi usia, untuk gelaran Liga 3 kali ini Asprov PSSI Jatim memberikan kuota maksimal 30 pemain, dengan rincian 27 pemain U-23 dan tiga pemain usia bebas.

Selain sosialisasi gelaran Liga 3 Jatim, Asprov PSSI Jatim juga akan menggelar Seeratin U-17. Sesuai dat a dari Asprov Jatim, ada 46 klub yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya di kompetisi yang menggunakan format home tournament ini.

Selain itu, juga ada Liga U-15, Liga U-13 yang akan digelar oleh Askab/Askot. Kemudian ada Piala Pertiwi (kompetisi sepak bola wanita) yang rencananya akan digelar April.

Hal Unik yang Terjadi di Liga 3 Indonesia, Ada Pesawat Parkir di Pinggir Lapangan

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

thumbnail

Posted by On 09.21

Mengapa banyak serangan 'orang gila' terhadap ulama? Mirip Banyuwangi 1998?

]]> Mengapa banyak serangan 'orang gila' terhadap ulama? Mirip Banyuwangi 1998?

kasus BandungHak atas foto Detikcom
Image caption Kepolisian mempublikasikan foto terduga penyerang KH Umar Bisri, pimpinan Ponpes Al Hidayah Bandung.

Bermunculan berbagai kasus serangan terhadap ulama dan pemuka agama, yang bisa menimbulkan keresahan dan dimanfaatkan secara politik oleh berbagai pihak -apa yang harus dilakukan polisi?

Kasus terbaru adalah dugaan percobaan serangan terhadap seorang ulama di Madiun, Jatim, Rabu (21/02), dan aparat didesak cepat mengungkap kasus-kasus itu sehingga tidak dimanfaatkan beberapa pihak untuk memecah belah masyarakat.

"Kalau (penyelidikan kasus ini) lama, semua orang akan menungganginya, dan akhirnya akan (kemungkinan menyebabkan) terjadi perpecahan (di masyarakat)," kata mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara (BIN), As'ad Said Ali, hari Kamis (22/02) kepada BBC Indonesia.

Menurutnya, kemungkinan ada pihak-pihak tertentu yang menunggangi kasus-kasu s penganiayaan tokoh agama ini terbukti dengan peredaran informasi bohong (hoaks) di media sosial terkait peristiwa itu yang terungkap belakangan.

"Sekarang sudah ada media sosial yang mempercepat beredarnya (berita hoax) itu," kata As'ad.

  • Serangan terhadap tokoh agama dan tempat ibadah, polisi 'janji berikan pengamanan'
  • Serangan terhadap pemuka agama: teror, intoleran atau aksi kriminal?
  • Serangan di gereja Yogyakarta: Apakah beribadah semakin tidak aman?

Dan apabila belum berhasil mengungkap siapa aktor utamanya, As'ad meminta kepolisian untuk terus-menerus menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi kasus-kasus tersebut.

"Yang penting polisi sudah bergerak, sudah berusaha, dan terus menghimbau yang bisa menenangkan rakyat," tandasnya.

Ulama di Madiun mengaku diteror

Kepolisian sebelumnya telah mengakui adanya peristiwa penyerangan terhadap ulama da n pengrusakan tempat ibadah, namun jumlahnya terkonfimasi tidak sebanyak yang disebarkan di media sosial, kata pejabat kepolisian.

Hak atas foto Banser/Kompas

Di Jawa Barat, menurut Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin, yang terjadi adalah penganiayaan terhadap KH Umar Basri, pengasuh Pondok pesantren Al Hidayah, Bandung, oleh seseorang yang belum teridentifikasi.

Lainnya, adalah kasus penganiayaan yang menewaskan Usman Prawoto, Komando Brigade Persatuan Islam Bandung, oleh seseorang yang dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

Belakangan, di Jawa Timur, pengelola Pondok Pesantren Karangasem, di Paciran, Lamongan, KH Hakam Mubarok juga mengakun diserang oleh pada Minggu (18/02). Dia diserang oleh orang yang menurut polisi "mengalami gangguan jiwa".

Namun s aat kepolisian tengah mendalami kasus-kasus ini, belakangan seorang ulama di Madiun, Jatim, mengaku mendapatkan apa yang disebutnya sebagai "teror" terhadap dirinya.

Hak atas foto EKO SUDJARWO/DETIKCOM
Image caption Terduga pelaku penyerangan seorang pimpinan Pondok Pesantren Karangasem, Lamongan, Jatim, diamankan di Mapolres Lamongan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MU) kota Madiun, Jatim, Sutoyo, mengaku "diteror" oleh kehadiran seseorang yang masuk ke dalam rumahnya, Rabu (21/02) malam.

"Saya melihat orang itu di depan toko, yang tampak melihat saya, memperhatikan saya, kemudian saya curiga," kata Sutoyo kepada BBC Indonesia.

Sutoyo kemudian menghubungi polisi dan anggota Banser (Barisan Ansor serba guna, organisasi yang berafilisasi kepada NU) untuk meminta bantuan.

Saat petugas kepolisian itu meninggalkan rumahnya, beberapa anggota Banser itu memergoki pria itu "turun dari lantai dua rumah saya", ungkap Sutoyo yang juga menjabat Wakil ketua rois syuriah (dewan penasehat) NU Madiun.

Belakangan, keterangan pejabat kepolisian di Madiun menegaskan, pria itu bernama David Saputra, 35 tahun, diduga memiliki riwayat gangguan jiwa. Polisi setempat berjanji untuk memeriksanya lebih lanjut tentang kondisi kejiwaannya.

'Razia orang-orang yang alami kelainan jiwa'

Dihubungi secara terpisah, Kabid humas Polda Jatim Kombes (Polisi) Frans Barung Mangera mengatakan, kepolisian di Jawa Timur akan melakukan razia terhadap orang-orang yang diidentifikasi mengalami gangguan jiwa di jalanan.

Upaya ini dilakukan menyusul temuan bahwa pelaku penganiayaan dan klaim teror terhadap ulama di wilayah Jatim diduga dilakukan oleh dua orang yang diduga mengalami kelainan jiwa.

"Supaya mereka-mereka ini menjadi perhatian semua, supaya tidak diangkat sebagai isu dalam rangka hal-hal tertentu," kata Frans Barung saat dihubungi BBC Indonesia, Kamis (22/02).

Razia ini dilakukan dengan bekerja dengan kantor dinas sosial setempat dan aparat TNI.

Hak atas foto Detikcom/Rois Jajeli
Image caption Kabid humas Polda Jatim Kombes (Polisi) Frans Barung Mangera mengatakan, kepolisian di Jawa Timur akan melakukan razia terhadap orang-orang yang diidentifikasi mengalami gangguan jiwa di jalanan.

Ditanya lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan kepentingan "hal-hal tertentu", Frans Barung mengatakan: "Misalnya bahwa ada sesuatu yang sengaja dimainkan dalam rangka mencari ketenaran. mencari publikasi, mencari perhatian."

Bagaimanapun, kepolisian akan terus mendalami kasus klaim teror yang dialami seorang ulama di Madiun dan kasus dugaan penganiayaan seorang ulama di Lamongan, sesuai fakta-fakta hukum yang ditemukan.

"Karena kasus ini sebenarnya adalah kasus yang murni, bahwa ada orang yang kurang ingatannya dan kemudian memasuki hal-hal ruang tertentu yang sifatnya privat," jelasnya.

Dia juga menghimbau masyarakat agar tidak menjadikan dua kasus yang diduga melibatkan "orang yang tidak normal ini" untuk komoditas tertentu.

"Oleh karena itu, kami ingin mengatakan bahwa jangan percaya isu hoaks saja, hubungi kami untuk menjelaskan secara komprehensif," katanya.

'Mirip pembunuhan dukun santet di Banyuwangi 1998'

Lebih lanjut mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara, BI N, As'ad Said Ali mengatakan, kasus-kasus dugaan penganiayaan dan teror terhadap ulama di Jabar dan Jatim ini mirip dengan pembunuhan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai dukun santet di Banyuwangi pada 1998.

Belakangan terungkap pembunuhan itu menyasar pula orang-orang yang bukan berlatar dukun, termasuk guru mengaji, dukun suwuk (penyembuh) dan tokoh-tokoh masyarakat seperti ketua RT atau RW, demikian sejumlah laporan menyebutkan.

"Itu pernah terjadi dulu, seperti kasus dukun santet di Banyuwangi, yang pakai pola orang gila juga. Karena orang gila tidak bisa diusut, tiba-tiba kasus menjadi hilang," kata As'ad Said Ali, menganalisa.

Hak atas foto Wikipedia
Image caption Kliping berita peristiwa rentetang pembunuhan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai dukun santet di Banyuwangi, Jatim, pada 1998.

Kemiripan lainnya, demikian As'ad, peristiwa di Banyuwangi terjadi menjelang peristiwa politik mundurnya Suharto dari kursi Presiden, sementara kasus-kasus dugaan penganiayaan ulama saat ini terjadi menjelang pilkada dan pilpres.

Namun demikian As'ad tidak mau berspekulasi perihal siapa aktor dan motif di balik kasus-kasus penganiayaan terhadap ulama yang terjadi belakangan.

Itulah sebabnya, As'ad meminta, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian dan kejelasan kasus-kasus tersebut.

"Kalau lama, semua orang akan menunggangi, akhirnya akan terjadi perpecahan. Apalagi sekarang sudah ada media sosial yang mempercepat beredarnya itu," katanya.

Hak atas foto Tribun Jabar/Mega Nugraha
Image caption Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersilaturahmi dengan sejumlah pengurus organisasi keagamaan di Jabar, menyusul kasus penganiayaan ulama di wilayah Jabar.

Dia juga meminta masyarakat tidak terprovokasi informasi bohong yang beredar di media sosial di balik kasus-kasus tersebut.

"Masyarakat jangan bingung, jangan kaget, dan jangan terpengaruh oleh provokasi semacam itiu, karena ini bukan bagian demokrasi, tapi pengacauan terhadap demokrasi," jelasnya.

'Teror itu justru mempersatukan kami'

Sementara, Ketua MUI kota Madiun, Jatim, Sutoyo, yang mengaku telah "diteror", meminta agar kepolisian mengusut tuntas siapa aktor intelektual di balik kasus-kasus kekerasan yang dialami tokoh agama yang terjadi belakangan.

Men urutnya, upaya teror terhadap dirinya tidak terlepas dari upaya untuk memecah belah masyarakat, seperti yang terjadi di Banyuwangi dan sekitarnya pada 1998, yaitu kasus pembunuhan dukun santet

"Kalau ada aktor intelektual yang ingin memecah belah (masyarakat), menakut-nakuti, tidak akan berhasil. Kita pada tahun 1998, 1999 pernah diteror 'ninja', kita tidak takut. Sekarang pun kita tidak takut," kata Sutoyo kepada BBC Indonesia, Kamis (22/02)

Sebaliknya, apa yang disebutnya teror terhadap ulama itu justru akan mempersatukanmasyarakat, termasuk persatuan antara ulama dan tokoh agama lain.

"Kita tidak akan terpecah," tegas Sutoyo yang juga dikenal sebagai wakil ketua rois syuriah (dewan pembina) Nahdlatul Ulama (NU) kota Madiun.

Sumber: Google News | Ber ita 24 Jatim

thumbnail

Posted by On 09.21

SOSOK - Miss Indonesia Jawa Timur 2018 Ini Tak Ingin Jadi Kacang yang Lupa Kulitnya

SOSOK

SOSOK - Miss Indonesia Jawa Timur 2018 Ini Tak Ingin Jadi Kacang yang Lupa Kulitnya

"Sebagai warga Sidoarjo, sudah jadi kewajiban saya untuk membanggakan kota kelahiran saya," kata Alshya.

SOSOK - Miss Indonesia Jawa Timur 2018 Ini Tak Ingin Jadi Kacang yang Lupa Kulitnyasurya/m taufikAlshya Sekar AW

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pepatah 'kacang lupa akan kulitnya' sangat dihindari benar oleh Alshya Sekar AW. Cewek asli Ngingas, Waru, ini tetap akan mengenalkan Sidoarjo di sela-sela tugasnya sebagai Miss Indonesia Jawa Timur 2018.

"Sebagai warga Sidoarjo, sudah jadi kewajiban saya untuk membanggakan kota kelahiran saya," kata Alshya saat ditemui Surya di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (22/2/2018).

Menurutnya, Sidoarjo punya banyak keunggulan, yang tak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Ada bandeng, kerajinan tas dan sepatu Tanggulangin, batik tulis, dan sejumlah produk khas yang luar biasa, yang semuanya patut dibanggakan.

Alshya berjanji bakal membawa nama baik di berbagai kegiatan yang dilakoninya. Pun produk-produk para perajin Kota Delta akan ia promosikan ke banyak orang dari kegiatannya tersebut.

"Saya akan promosikan produk-produk khas Sidoarjo agar semakin terkenal. Saya tidak ingin jadi kacang yang lupa kulitnya," ujarnya.

Penulis: M Taufik Editor: irwan sy Ikuti kami di Video Pegawai BPJS Istri Polisi Digerebek Be rduaan di Hotel Bersama Driver Taksi Online Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

thumbnail

Posted by On 07.12

Avanza Xenia Indonesia Club Gelar Kegiatan Kolosal di Jawa Timur

  • by Danu P Dirgantoro
  • 18-Feb-2018
Avanza Xenia Indonesia Club Gelar Kegiatan Kolosal di Jawa Timur

Kegiatan terbesar dua tahunan Avanza Xenia Indonesia Club (Axic) berlangsung akhir pekan ini, (16-17 Februari). Kegiatan bertajuk Jambore Nasional AXIC 2018 dipusatkan di Batu, Malang, Jawa Timur.

Seluruh pulau di Indonesia seolah terwakili secara lengkap di acara kolosal ini, mulai dari Sumatera hingga Papua. "Jambore nasional tahun ini membuktika n bahwa perkembangan Axic sangat luas ke seluruh Indonesia, berdasarkan jumlah anggotanya yang tersebar mulai dari pulau Sumatera hingga Papua. Kami sebagai pengurus pusat berkomitmen untuk terus membuat kegiatan skala nasional di seluruh Indonesia supaya anggota kami di daerah dapat pula merasakan kegiatan besar yang dilakukan oleh pengurus pusat," ujar Chairul M Putra, Ketua Umum Axic.

Total ada 457 anggota yang memeriahkan jambore nasional keenam ini. Seperti jambore nasional sebelumnya, jambore kelima ini juga mengusung tiga pilar Axic, yakni otomotif, keluarga, dan sosial.

"Dalam kegiatan sosial ini, kami memberikan bingkisan kepada sekitar 100 veteran di LVRI Malang sebagai apresiasi kepada mereka yang sudah berjuang dalam proses kemerdekaan republik ini," pungkas Putra.

Saat ini jumlah anggota Axic di seluruh Indonesia lebih dari 5.600 orang. Beraw al dari kopi darat para pemilik 'mobil kembar' ini di kawasan Senayan, Jakarta pada 13 tahun silam, kini AXIC menjelma jadi salah satu klub besar dan disegani di Tanah Air.

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

no image

Posted by On 07.11

Ayam Penyet Makanan khas Jawa Timur Selera Rakyat Indonesia

Ayam Penyet adalah masakan selera nusantara, karena disukai hampir semua kalangan dan cocok dengan lidah orang Indonesia.Sejarah Ayam Penyet awalnya dari Ayam Bakar Wong Solo, menu ini hadir sebagai variasi dari menu yang ada di Ayam Bakar Wong Solo. Tetapi semakin terkenal saat Orang Surabaya menjual ini dengan nama Ayam Penyet Surabaya. Disajikan dengan Sambel di Cobek dan Ayamnya ditekan-tekan atau dalam bahasa jawa di penyet adalah awal mula kenapa dinamakan Ayam Penyet. Makanan ini sekarang ada dimana-mana dan menjadi favorit rata-rata orang Indonesia
Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

thumbnail

Posted by On 05.07

Pebalap Yamaha Indonesia Bersanding dengan Rossi-Vinales Saat Perkenalan

KOMPAS.com - Yamaha Motor secara resmi memperkenalkan jajaran pebalap beserta tim yang akan berkompetisi pada musim 2018. Tim Superbike World Championship, All Japan Road Race Championship dan Asia Road Racing Championship ikut diperkenalkan dalam acara bertajuk Yamaha Motorsport Media Conference 2018 di Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand, Kamis (15/2/2018).

Pebalap Indonesia, Galang Hendra Pratama (tim PATA Yamaha), diperkenalkan bersama dengan tim Yamaha Racing Indonesia untuk ARRC 2018, Richard Taroreh dan M Faerozi (15 Tahun-Jawa Timur) pada kelas Asia Production 250 cc (AP250) dan Wahyu Aji Trilaksana untuk kelas Underbone 150 cc (UB150). Mereka bersanding dengan pebalap tenar seperti Valentino Rossi, Maverick Vinales, Johann Zarco serta Michael van der Mark.

General Manager Yamaha Motor Company, Keitaro Horikoshi, mengatakan bahwa seja k 2015, Yamaha melanjutkan upaya untuk mengembangkan pebalap muda dengan menciptakan struktur step-up berjenjang. Tujuannya untuk memungkinkan calon pebalap, dari manapun mereka berasal, membuka jalannya mencapai puncak balapan motor.

Hasilnya, pebalap menjanjikan pada All Japan Road Race Championship dan Asia Road Racing Championship (ARRC) musim lalu mulai memasuki kategori balap road racing Eropa, dengan menunjukkan kemajuan yang mengesankan.

Selain itu, aktivitas motorsport lainnya adalah Yamaha VR46 Master Camp yang diselenggarakan bekerja sama dengan VR46 Riders Academy Valentino Rossi. Itu akan diadakan lagi pada tahun 2018.

”Kami sudah bekerja sama antara Yamaha dengan Master Camp, di situ kami sudah bekerja dengan beberapa pebalap Asia. Saya menilai mereka mempunyai skill dan potensi yang bagus. Saya yakin, pada pada mendatang kita akan melihat pebalap Asia di ajang balap dunia," ujar Rossi, yang masih menjadi andalan Movistar Yamaha MotoGP, dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Sejak dimulai pada 2016, The Camp telah diselenggarakan empat kalil dalam dua tahun terakhir. 23 pebalap dari 12 negara yang berbeda di seluruh dunia, terutama dari Asia, dipilih untuk berpartisipasi.

Rider asal Indonesia, Galang Hendra Pratama, termasuk peserta program itu dan menunjukkan hasil didikan langsung Rossi dengan mencatat sejarah sebagai pebalap pertama dari Indonesia yang meraih kemenangan dalam Kejuaraan Dunia balapan sepeda motor World Supersport 300. Tahun ini pun Galang akan menjalani balapan full series menggunakan YZF-R3 di World Supersport 300.

Tim Yamaha Racing Indonesia pun melakukan step-up karier untuk pebalap. Tahun ini, Richard Taroreh akan mengikuti kejuaraan Asia Road Racing Championship pada kelas Asia Production 250 cc (AP250). Tahun 2017, Richard sudah menjuarai kejuaraan Sport Na sional 150 cc.

Selain itu ada M Faerozi (15 Tahun-Jawa Timur) di kelas yang sama. Untuk kelas Underbone 150 cc (UB150), tetap diperkuat oleh Wahyu Aji Trilaksana.

Tahun 2018 ini Yamaha Racing Indonesia mengusung misi “Untuk Merah Putih Semakin Di Depan”. Para pebalap muda ini punya misi khusus untuk mengharumkan nama besar bangsa Indonesia di kancah dunia.

"Pada tahun ini kami akan berjuang dengan baik untuk dapat meraih kemenangan dan ingin membanggakan nama Indonesia," ucap empat pebalap kebanggan tim Yamaha Racing Indonesia tersebut.


Berita Terkait

Vinales Ingin Rossi Tetap bersama Yamaha

Zarco Berambisi Gantikan Rossi di Yamaha

Yamaha Mulai Ragu terhadap Rossi

Tak Ingin Van der Mark Kecewa, Yamaha Janjikan Hal Ini

Terkini Lainnya

Bermodal Kunci Cadangan, Pria Ini Mencuri Mobil yang Sudah Digadainya

Bermodal Kunci Cadangan, Pria Ini Mencuri Mobil yang Sudah Digadainya

Megapolitan 16/02/2018, 20:05 WIB Akibat Kekeringan, Ribuan Hektar Sawah di Aceh Utara Terancam Gagal Panen

Akibat Kekeringan, Ribuan Hektar Sawah di Aceh Utara Terancam Gagal Panen

Regional 16/02/2018, 20:04 WIB Gubernur Anies Diramalkan Lebih Beruntung pada Tahun 2018

Gubernur Anies Diramalkan Lebih Beruntung pada Tahun 2018

Megapolitan 16/02/2018, 19:52 WIB UKP-PIP Komitmen Datangi Perayaan Hari Besar Seluruh Agama-Kepercayaan

UKP-PIP Komitmen Datangi Perayaan Hari Besar Seluruh Agama-Kepercayaan

Nasional 16/02/2018, 19:36 WIB Imlek Meriah di Stasiun Bogor, dari Barongsai hingga Pembagian Angpao

Imlek Meriah di Stasiun Bogor, dari Barongsai hingga Pembagian Angpao

Megapolitan 16/02/2018, 19:13 WIB Myanmar Siap Terima Kembali Pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh

Myanmar Siap Terima Kembali Pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh

Internasional 16/02/2018, 19:03 WIB Di Nunukan, Siswa SD Arungi Sungai Habitat Buaya untuk Pergi ke Sekolah

Di Nunukan, Siswa SD Arungi Sungai Habitat Buaya untuk Pergi ke Sekolah

Regional 16/02/2018, 18:54 WIB Jembatan di Pekalongan Roboh, Perekonomian Warga Terganggu

Jembatan di Pekalongan Roboh, Perekonomian Warga Terganggu

Regional 16/02/2018, 18:47 WIB Video Lama PKB Dukung Khofifah Beredar, Cak Imin Geram

Video Lama PKB Dukung Khofifah Beredar, Cak Imin Geram

Regional 16/02/2018, 18:33 WIB Piton Sepanjang 3 Meter Lepas dari Kandang, Warga Kampung Resah

Piton Sepanjang 3 Meter Lepas dari Kandang, Warga Kampung Resah

Regional 16/02/2018, 18:32 WIB Kasus Suap Bupati ke DPRD Lampung Tengah, KPK Dalami Temuan Rp 160 Juta

Kasus Suap Bupati ke DPRD Lampung Tengah, KPK Dalami Temuan Rp 160 Juta

Nasional 16/02/2018, 18:19 WIB Imlek Jadi Momen Ting   katkan Semangat Kekeluargaan

Imlek Jadi Momen Tingkatkan Semangat Kekeluargaan

Megapolitan 16/02/2018, 18:09 WIB Dana Kampanye Cabup Kudus Dibatasi Maksimal Rp 7,67 Miliar Per Paslon

Dana Kampanye Cabup Kudus Dibatasi Maksimal Rp 7,67 Miliar Per Paslon

Regional 16/02/2018, 17:59 WIB Jatuh ke Selokan, Seorang Pria Baru Diselamatkan setelah Tiga Hari

Jatuh ke Selokan, Seorang Pria Baru Diselamatkan setelah Tiga Hari

Internasional 16/02/2018, 17:59 WIB KPK Minta Kepala Daerah dan Pemda Melapor jika DPRD Minta Uang Sua   p

KPK Minta Kepala Daerah dan Pemda Melapor jika DPRD Minta Uang Suap

Nasional 16/02/2018, 17:56 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jatim