GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Begini Rayuan Penipu Melalui Telepon Giring ke ATM kepada Korban Incarannya, Bermula dari Dokumen

Begini Rayuan Penipu Melalui Telepon Giring ke ATM kepada Korban Incarannya, Bermula dari Dokumen

Begini Rayuan Penipu Melalui Telepon Giring ke ATM kepada Korban Incarannya, Bermula dari Dokumen Delapan orang tersangka digiring…

Begini Rayuan Penipu Melalui Telepon Giring ke ATM kepada Korban Incarannya, Bermula dari Dokumen

Begini Rayuan Penipu Melalui Telepon Giring ke ATM kepada Korban Incarannya, Bermula dari Dokumen

Delapan orang tersangka digiring polisi Polrestabes Surabaya, dua diantaranya menjabarkan modus saat menipu korban melalui telfon dan ATM.

Begini Rayuan Penipu Melalui Telepon Giring ke ATM kepada Korban Incarannya, Bermula dari DokumenTRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISAKomplotan penipuan telepon dan ATM yang dibekuk Polrestabes Surabaya ditunjukkan saat release di Mapolrestabes Surabaya, pada Minggu (29/10/2017)

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Delapan orang tersan gka digiring polisi Polrestabes Surabaya, dua diantaranya menjabarkan modus saat menipu korban melalui telfon dan ATM.

Delapan komplotan tersebut rupanya sudah empat tahun berada di Surabaya, aksinya menyebar brosur berhadiah, surat berharga maupun dokumen SIUP yang bertuliskan asli.

Dua diantara delapan pelaku mempraktekan tipu daya mereka, seorang tersangka mempraktekan sebagai korban dan satu lainnya sebagai penelepon.

Bermula saat korban yang diperankan tersangka menelepon, mengatakan telah menemukan dokumen penting dan berniat akan mengembalikan.

"Saya menemukan dokumen bapak yang terjatuh di jalan pak. Ini saya mau mengembalikannya bagaimana," ujar korban.

Tersangka yang saat itu ditelepon korban kemudian mengatakan akan memberikan imbalan kepada korban ketika mengembalikan dokumen yang dikatakan hilang tersebut.

"Oh bapak yang menemukan. Bapak antar ke kantor saya ya nanti bapak saya kasih imbalan Rp 100 juta. Kalau bap ak punya rekening saya kirim sekarang," ujar tersangka melalui telfon.

Saat itulah, tersangka menunggu lima menit untuk korban menyiapkan rekening. Setelah itu tersangka menggiring korban melalui telepon untuk ke mesin ATM.

"Silahkan bapak ke mesin ATM nanti saya proseskan dananya," suruh tersangka.

Saat itulah tersangka meminta kepada korban untuk menstranfer sejumlah uang hingga puluhan juta.

"Satu korban bisa mencapai Rp 40-50 juta," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal.

Penulis: Nur Ika Anisa Editor: Edwin Fajerial Sumber: Tribun Jatim Ikuti kami di Mengaku Tolak Undangan Presiden Jokowi dan Menteri, Ustaz Ini Malah Banjir Pujian Sumber: Tribun Jatim

Tidak ada komentar