GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kerajinan Tangan Kota Batu, dari Go International Beralih ke Profesi yang Dipandang Sebelah Mata

Kerajinan Tangan Kota Batu, dari Go International Beralih ke Profesi yang Dipandang Sebelah Mata

Kerajinan Tangan Kota Batu, dari Go International Beralih ke Profesi yang Dipandang Sebelah Mata Geliat produk kerajinan tangan di …

Kerajinan Tangan Kota Batu, dari Go International Beralih ke Profesi yang Dipandang Sebelah Mata

Kerajinan Tangan Kota Batu, dari Go International Beralih ke Profesi yang Dipandang Sebelah Mata

Geliat produk kerajinan tangan di wilayah ini sangat kontras dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Dari laris manis jadi sepah dibuang.

Kerajinan Tangan Kota Batu, dari Go International Beralih ke Profesi yang Dipandang Sebelah MataSURYA/BENNI INDOTunik Zulkiah menunjukkan barang produksi kerajinan tangan di rumahnya, di Kelurahan Junrejo, Kota Batu, Rabu (25/10/2017).

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Beberapa tahun lalu, Dusun Rejosari di Kelurahan Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dikenal sebagai sentra kerjainan tangan peralatan dapur.

Namun, sejak dua tahun belakangan, sejumlah anak muda di tempat ini lebih memilih bekerja menjadi kuli bangunan daripada mengembangkan usaha yang sudah hidup sejak era 1960 an itu.

Surya mencoba menelusuri geliat UMKM di kawasan itu. Sebuah rumah sederhana, di depannya terdapat papan yang bertuliskan Berkah. Di bawahnya ada keterangan melayani perlatan dapur, souvenir dan terapi.

Pemiliknya adalah Tunik Zulaikah (51), warga Dusun Rejoso,RT 1/RW 10, Kel Junrejo, Kec Junrejo, Kota Batu. Tunik terlihat sibuk mengurus paketan barang yang akan dikirim ke Bogor.

Dandan, Biro Jodoh Tradisional ini Masih Digemari, Bisa Kaya Mendadak Jika Dapat Suami 3 Profesi ini

Paket-paket itu berisi peralatan terapi. Tidak jauh dari tempat paket-paket itu dikemas, ada barang-barang lainnya seperti cobek, serok, centong bahkan tas dan entong.

Setelah memastikan kalau barang paketannya sudah siap dikirim, Tunik memulai perbincangan dengan Su rya.

Mengawali usaha sejak 1997, Tunik mengatakan kalau saat ini kondisi usaha sedang lemah. Bahkan ia mengatakan kalau kondisi yang ia alami saat ini lebih parah dibanding saat terjadi krisis moneter pada 1998 silam.

“Kondisi saat ini lebih para dibanding krisis moneter lalu,” ungkapnya.

Kondisi sulit yang dihadapi Tunik sudah mulai terasa sejak 2015. Jumlah pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan. Jika dalam kondisi normal Tunik bisa mendapat omset hingga Rp 150 juta per bulan, kini ia hanya mendapat sekitar Rp 70 juta per bulan.

Halaman selanjutnya 1234
Penulis: Benni Indo Editor: Mujib Anwar Ikuti kami di Heboh Identitas Pemeran Video Mesum yang Diduga Mahasiswi Universitas Ternama Indonesia Sumber: Tribun Jatim

Tidak ada komentar