GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Warga Madyopuro Terus Perjuangkan Nilai Ganti Rugi Tol Malang - Pandaan, Lakukan Aksi Jalanan

Warga Madyopuro Terus Perjuangkan Nilai Ganti Rugi Tol Malang - Pandaan, Lakukan Aksi Jalanan

Malang Raya Warga Madyopuro Terus Perjuangkan Nilai Ganti Rugi Tol Malang - Pandaan, Lakukan Aksi Jalanan Aksi mereka pusat…

Warga Madyopuro Terus Perjuangkan Nilai Ganti Rugi Tol Malang - Pandaan, Lakukan Aksi Jalanan

Malang Raya

Warga Madyopuro Terus Perjuangkan Nilai Ganti Rugi Tol Malang - Pandaan, Lakukan Aksi Jalanan

Aksi mereka pusatkan di Jl Ki Ageng Gribig, salah satu ruas jalan yang bakal terdampak pembangunan tol tersebut.

Warga Madyopuro Terus Perjuangkan Nilai Ganti Rugi Tol Malang - Pandaan, Lakukan Aksi JalananISTIMEWAWarga Madyopuro melakukan aksi protes di jalan

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Lama tak terdengar kabarnya, rupanya warga terdampak pembangunan tol Malang - Pandaan (Mapan) terus melawan.

Perlawanan mereka kini dilayangkan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan cara menggugat secara perdat a Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Kamis (26/10/2017) warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Terdampak (FKWT) Tol Mapan Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang menggelar aksi.

Aksi mereka pusatkan di Jl Ki Ageng Gribig, salah satu ruas jalan yang bakal terdampak pembangunan tol tersebut.

Aksi diikuti oleh puluhan orang. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan protes tidak terima atas nilai ganti rugi pembebasan lahan yang diberikan oleh pemerintah.

Mereka juga mengutip bunyi pasal di UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM.

El-Hamdi, pengurus FKWT menegaskan warga terdampak tol Mapan yang berada di Kelurahan Madyopuro tetap tidak menerima nilai ganti rugi pembebasan aset itu.

"Kami 40 orang masih tersisa dan akan terus melawan. Kami menolak nilai ganti rugi yang ditentukan oleh pemerintah. Sebab nilainya jauh dari rasa keadilan," uj ar El-Hamdi.

Perjuangan FKWT terbilang panjang. Mereka berjuang sejak awal tahun 2016 dengan menggugat pemerintah (pemerintah kota dan kementerian) melalui Pengadilan Negeri (PN) Malang.

Mereka menggugat perdata jumlah nilai ganti rugi pembebasan aset.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Sri Wahyunik Editor: Dyan Rekohadi Sumber: Surya Malang Ikuti kami di Pengakuan Mengejutkan Akun Hanna Anisa soal Pembuatan Video Dewasanya yang Viral Sumber: Surya Malang

Tidak ada komentar