www.AlvinAdam.com


Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kecemasan Edy Rahmayadi Yang Mungkin Berlebihan Terhadap Liga Malaysia

Posted by On 13.30

Kecemasan Edy Rahmayadi Yang Mungkin Berlebihan Terhadap Liga Malaysia

Edy Rahmayadi - Bali Istimewa Edy lebih mengizinkan bila pemain Indonesia bermain ke Spanyol atau Belanda dibandingkan Malaysia. OLEH MUHAMMAD RIDWAN

Meski sudah teken kontrak dengan klub Malaysia Selangor FA, nasib Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn kini masih menggantung. Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi, merasa kompetisi di Negeri Jiran tersebut tak membuat kualitas pemain jadi lebih baik.

Padahal, Malaysia Super League (MSL) merupakan kompetisi yang diikuti Selangor FA menjadi salah satu liga terbaik di kawasan Asia Tenggara. Buktinya, juara MSL otomatis dapat berlaga di babak utama Liga Champions Asia mulai musim 2019.

Malaysia saa t ini menduduki peringkat ke-13 secara keseluruhan atau keenam di wilayah timur AFC dengan 29.753 poin sesuai dalam daftar peringkat kompetisi yang dirilis federasi sepakbola Asia (AFC) pada akhir Oktober lalu. Peringkat tersebut berada jauh di atas kompetisi Tanah Air.

Terkait

  • Bantah Dikorbankan, Andik Vermansah Doakan Evan Dimas & Ilham Udin Armaiyn Sukses Di Selangor FA
  • Selangor FA Cuek Dengan Polemik Evan Dimas & Ilham Udin Armaiyn
  • Main Di Luar Negeri, Evan Dimas & Ryuji Utomo Tegaskan Komitmen Dengan Timnas Indonesia

Namun, Edy khawatir bila Evan serta Ilham tak dilepas Selangor FA saat persiapan timnas Indonesia mengikuti Asian Games 2018. Mengingat, klub hanya wajib melepas pemainnya bila agenda resmi FIFA.

Apalagi, target yang dipatok Edy pada pesta olahraga terbesar di Benua Kuning ini tidaklah main-main. Pasukan Luis Milla tersebut diminta mencapai empat besar atau babak semi-final pada Asia n Games tahun depan.

"Indonesia itu kekurangan pemain, sebagai contoh [Ilija] Spasojevic dari Montonegro saya ambil. Saya meminta dan dia bersedia untuk menjadi pemain bola di Indonesia untuk dinaturalisasi, jelas kita kekurangan pemain," kata Edy ketika berbincang dengan TvOne.

Tawaran gaji yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan pemain Indonesia terbang ke Malaysia. Pria berusia 56 tahun tersebut pun sadar dengan hal itu yang tak bisa ditolak oleh para pemain.

"Kalau di Indonesia gaji pemain hanya Rp700-800 juta per tahun, tapi kalau di luar negeri katakanlah Malaysia gajinya bisa sampai Rp3 milliar per tahun," ujarnya.

Lebih jauh, Edy menyebutkan ada aturan yang harus ditaati para pemain Indonesia sebelum pergi ke luar negeri yaitu International Transfer Certificate (ITC). Tanpa keluarnya ITC dari PSSI, pemain tersebut tak bisa mengikuti kompetisi karena merupakan syarat wajib dari perpindahan pemain.

"Y ang lebih penting adalah kalau pemain kita dipanggil oleh negara yang bisa membesarkan mereka seperti dari Spanyol atau Belanda saya izinkan dia. Tetapi, kalau Malaysia, siapa pemain Indonesia yang dipanggil ke Malaysia kembali dan menjadi lebih baik?" tuturnya.

Mungkin Edy lupa, sebelum Evan dan Ilham sudah ada pemain Indonesia lainnya yang merumput di MSL yakni Andik Vermansah. Pesepakbola asal Jawa Timur ini tetap mendapat kesempatan berseragam Merah Putih dalam sejumlah ajang yang diikuti oleh timnas Indonesia.

Penampilan Andik tetap moncer, meski beberapa kali telat bergabung dalam latihan timnas Indonesia. Tentu, ini membutikan rasa cemas Edy yang terlalu berlebihan dengan situasi tersebut.

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »