GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Khofifah Maju di Pilkada Jawa Timur, Surya Paloh: Lebih Baik Mundur dari Menteri

Khofifah Maju di Pilkada Jawa Timur, Surya Paloh: Lebih Baik Mundur dari Menteri

Sumber Gambar: tempo.coLaporan IDN Times, Fitang Budhi AdhitiaJakarta, IDN Times - Maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018 bersa…

Khofifah Maju di Pilkada Jawa Timur, Surya Paloh: Lebih Baik Mundur dari Menteri

Khofifah Maju di Pilkada Jawa Timur, Surya Paloh: Lebih Baik Mundur dari MenteriSumber Gambar: tempo.co

Laporan IDN Times, Fitang Budhi Adhitia

Jakarta, IDN Times - Maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018 bersama Emil Dardak, Khofifah Indar Parawansa diminta utuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagi Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI).

Hal ini diungkapkan secara langsung Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, Minggu (3/12).

Selain itu, ia menyarankan agar yang bersangkutan tidak hanya mengambil cuti, namun mengambil sebuah keputusan untuk mengundurkan diri.

"Saya pikir Khofifah akan melakukan itu," kata Paloh.

Baca juga: Dampingi Khofifah, Emil Diprediksi Gaet Suara Millennials

suryapalohcover.jpgSumber Gambar: teropongbisnis.com

Paloh pun menilai, lebih elegan jika yang bersangkutan mengundurkan diri dibanding mengambil cuti sebagai Mensos RI.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla yang menyatakan sebaiknya Khofifah fokus di pencalonannya sebagai Gubernur Jawa Timur sehingga tidak ada rangkap jabatan.

Kalla juga memastikan Presiden Jokowi akan mengizinkan Khofifah bertarung pada Pilkada Jatim 2018.

jk-freemalaysiatoday-d4d68ccff6f37640925591e221dc81d6.jpgSumber Gambar: freemalaysiatoday.com

Sebagaimana dilansir Kompas.com, pada Rabu(29/11) silam, Menteri Sosial Khofifah In dar Parawansa mendatangi Istana Kepresidenan guna menghadap Presiden Joko Widodo.

Meski demikian, ia tidak menjawab secara lugas pertanyaan wartawan, apakah pertemuannya dengan Presiden untuk membahas pencalonannya pada Pilkada Jawa Timur.

Khofifah hanya mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Jokowi adalah dalam rangka Tim Penilai Akhir, termasuk pembahasan pergantian eselon I di kementerian/lembaga.

EDITORS' PICKS

  1. Jalan Berbayar di Jakarta Mulai Diterapkan 2019
  2. MKD Masih Bahas Status Setya Novanto di DPR

"Ini saya datang masalah TPA," ujar Khofifah.

Baca juga: Ini Alasan Demokrat Pasangkan Khofifah dan Emil Dardak

antarafoto-pencalonan-cagub-jatim-partai-golkar-221117-rn-3-59348ed5462e53fa11a4862c20d6c170.jpgAN TARA FOTO/Reno Esnir

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menerima dan membaca surat Khofifah. Surat tersebut terkait izin Khofifah yang ingin maju pada Pilkada Jawa Timur 2018.

"Ya suratnya kemarin sudah sampai ke meja saya. Sudah saya baca," ujar Jokowi di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (29/11).

Jokowi belum bisa langsung memutuskan apakah ia akan memberikan "restu" kepada Khofifah untuk maju bertarung di Pilkada Jatim.

antarafoto-pencalonan-cagub-jatim-partai-golkar-221117-rn-2-1-b29f984d19f9e44ea5c62692fc6d6f8e.jpgANTARA FOTO/Reno Esnir

Dalam waktu dekat, ia akan memanggil Khofifah untuk membicarakan perihal tersebut. Setelah itu barulah Jokowi dapat berkomentar lebih jauh.

"Belum ketemu. Ketemu dulu. Suratnya ada, ketemu, baru saya bisa memutuskan. Bisa n gomong," ujar Jokowi.

Di Pilkada Jawa Timur 2018, Khofifah nantinya akan berduet dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak sebagai calon wakil gubernur.

Calon lawannya adalah Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur. Gus Ipul akan berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas yang kini menjabat Bupati Banyuwangi.

Baca juga: Emil Dardak "Dibajak" Khofifah, Begini Sikap PDIP

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Tidak ada komentar