GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Puti ungkap konsep besar Bung Karno menyatukan Indonesia

Puti ungkap konsep besar Bung Karno menyatukan Indonesia

Merdeka > Politik …

Puti ungkap konsep besar Bung Karno menyatukan Indonesia

Merdeka > Politik Puti ungkap konsep besar Bung Karno menyatukan Indonesia Sabtu, 20 Januari 2018 12:45 Reporter : Arif Ardlyanto Puti Guntur. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guruh Soekarno buka rahasia kakeknya (Soekarno) dalam menyatukan Indonesia. Di Universitas Kokushikan Jepang, pasangan Saifullah Yusuf ini menegaskan Soekarno bersusah p ayah menyatukan aliran nasionalisme, Islamisme dan marxisme.

Ketiga aliran ideologi ini saat itu merupakan kelompok yang sangat kuat dan memiliki pengaruh besar. Dengan kecerdasan Soekarno yang dibantu dengan tokoh lain seperti Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan K.H. Mas Mansur, aliran-aliran tersebut bisa menyatu dan melebur mendirikan Indonesia.

"Bung Karno itu sangat gandrungakan persatuan nasional. Untuk itu, dengan susah payah Bung Karno menyatukan Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme," kata Puti Guntur Soekarno.

Puti menuturkan, banyak konsep persatuan yang dipergunakan oleh pemimpin-pemimpin dunia. Namun, Soekarno memiliki cara berbeda dalam membuat konsep untuk Bangsa Indonesia.

Konsep yang paling realistis pernah ditulis dalam artikel yang sangat fenomenal. Artikel ini ditulis pada tahun 1926: Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme. Tidak adalah halangannya Nasionalis itu dalam geraknya bekerja bersama-sama dengan kaum Islamis dan Ma rxis.

Artikel ini sebagai upaya penyadaran yang dilakukan Soekarno terhadap golongan-golongan tertentu saat itu. Dengan artikel ini, banyak tokoh-tokoh melakukan kajian tentang konsep persatuan untuk mengembangkan negara.

"Pemikiran Bapak Bangsa kami (Soekarno) menjadi sangat fenomenal dan terus menjadi kajian," ujar Puti.

Bahkan, Soekarno juga mencontohkan bagaimana hubungan yang sangat kekal ditunjukan di India. Dimana Nasionalis Gandhi dengan Pan-Islamis Maulana Mohammad Ali dengan Pan-Islamis Syaukat Ali, yang waktu pergerakan non-cooperation India dengan menghaibat, hampir tiada pisahnya satu sama lainnya.

Selain itu, Soekarno juga melihat bagaimana Tongkok bersatu. Di sana ada gerakan partai Nasionalis Kuomintang, yang dengan lapang dada menerima faham-faham Marxis: tak setuju pada kemiliteran, tak setuju pada Imperialisme, tak setuju pada kemodalan! Bukannya kita mengharap, yang nasionalis itu supaya berubah faham jadi Islamis atau Ma rxis, bukannya maksud kita menyuruh Marxis dan Islamis itu berbalik menjadi Nasionalis, akan tetapi impian kita ialah kerukunan, persatuan antara tiga golongan itu.

Dengan melihat kondisi politik dunia, Soekarno berpesan saat itu "Bahwa sesungguhnya, asal mau sahaja tak kuranglah jalan ke arah persatuan, kemauan, percaya akan ketulusan hati satu sama lain, keinsyafan akan pepatah rukun membikin sentausa (itulah sebaik-sebaiknya jembatan kearah persatuan), cukup kuatnya untuk melangkahi segala perbedaan dan keseganan antara segala fihak-fihak dalam pergerakan kita ini.

Bagi Bung Karno persatuan dapat ditempuh asal saja, "kita harus bisa menerima, tetapi kita juga harus bisa memberi. Inilah rahasianya persatuan itu. Persatuan tak bisa terjadi kalau masing-masing fihak tak mau memberi sedikit-sedikit pula."

"Itulah prinsip persatuan yang digagas Bung Karno sebagai Bapak Bangsa kami. Meski demikian Bung Karno selalu menyebut telah dibantu toko h-tokoh lain, seperti Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan K.H. Mas Mansur ketika masa pendudukan Jepang tahun 1942 1945," papar Calon Wakil Gubernur Jatim ini.

Fakta inilah diuraikan Puti dalam forum diskus di Universitas Kokushikan Jepang yang menjawab pertanyaan Prof. Tokobumi Shibata, mengenai pemikiran Soekarno yang memiliki kekuatan menyatukan Indonesia hingga sekarang ini. [hrs]


Topik berita Terkait:
  1. Puti Guntur
  2. Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri
  3. Gus Ipul Puti Guntur
  4. Pilgub Jatim
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • PWNU Jatim larang nahdliyin gunakan simbol organisasi di Pilgub

  • Puti ungkap konsep besar Bung Karno menyatukan Indonesia

  • Ibu Jokowi jadi yang pertama diteliti datanya oleh KPU Solo

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Tidak ada komentar