GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BI Jatim Cermati Pergerakan Nilai Tukar Rupiah, ini Tujuannya

BI Jatim Cermati Pergerakan Nilai Tukar Rupiah, ini Tujuannya

Berita Ekonomi Bisnis BI Jatim Cermati Pergerakan Nilai Tukar Rupiah, ini Tujuannya Terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Kantor Perwakil…

BI Jatim Cermati Pergerakan Nilai Tukar Rupiah, ini Tujuannya

Berita Ekonomi Bisnis

BI Jatim Cermati Pergerakan Nilai Tukar Rupiah, ini Tujuannya

Terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) terus mencermati

BI Jatim Cermati Pergerakan Nilai Tukar Rupiah, ini Tujuannyafoto/antaraIlustrasi Kurs Dolar AS dengan Rupiah

SURYA.co.id | SURABAYA - Terkait dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) terus mencermati perkembangan pergerakannya.

"Kami berharap bahwa pergerakan nilai tukar saat ini tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi dan sek tor industri di sini," kata Hermanta, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Jatim, Selasa (24/4/2018).

Langkah Bank Indonesia (BI) pusat, saat ini terus memonitor dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah.

Baik yang dipicu oleh gejolak global (dampak kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS-China, kenaikan harga minyak, dan eskalasi tensi geopolitik terhadap berlanjutnya arus keluar asing dari pasar SBN dan saham Indonesia) maupun yang bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik (terkait kebutuhan pembayaran impor, ULN, dan dividen yang biasanya cenderung meningkat pada triwulan II).

"Untuk itu, BI akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya," tambah Hermanta.

Mata uang AS (USD), yang pada hari Jumat (20/4/2018) menguat tajam terhadap semua mata uang dunia, termasuk rupiah.

Pada hari Senin (23/4/2018), kembali mengalami penguatan s ecara meluas (broadbased). Sama seperti yang terjadi di hari Jumat, penguatan dolar AS di hari itu masih dipicu oleh meningkatnya yield US treasury bills mendekati level psikologis 3,0 persen dan munculnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebanyak lebih dari 3 kali selama 2018.

Kenaikan yield dan suku bunga di AS itu sendiri dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS seiring berbagai data ekonomi AS yg terus membaik dan tensi perang dagang antara AS dan China yang berlangsung selama tahun 2018 ini.

Sejalan dengan itu, pada hari Senin kemarin, semua mata uang negara maju kembali melemah terhadap dolar AS, antara lain JPY -0,25 persen, CHF -0,27 persen, SGD -0,35 persen, dan EUR -0,31 persen.

Dalam periode yg sama, mayoritas mata uang negara emerging market, termasuk Indonesia, juga melemah.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) sesuai fundamentalnya, Bank Indonesia telah melakukan interven si baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar.

Dengan upaya tersebut, IDR yang pada hari Jumat sempat terdepresiasi sebesar -0,70 persen, pada hari Senin ini hanya melemah -0,12 persen, lebih rendah daripada depresiasi yang terjadi pada mata uang negara-negara emerging market dan Asia lainnya, seperti PHP -0,32 persen, INR -0,56 persen, THB -0,57 persem, MXN -0,89 persen, dan ZAR -1,06 persen.

Gambaran serupa juga tampak dalam periode waktu yang lebih panjang. Dengan dukungan upaya stabilisasi oleh BI, sejak awal April (mtd), IDR melemah -0,91 persen, lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain, seperti THB -1,04 persen, INR -1,96 persen, MXN -2,76 persen, ZAR -3,30 persen.

Demikian pula, sejak awal tahun 2018 (ytd) IDR melemah -2,35 persen, juga lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain seperti BRL -3,06 persen, INR -3,92 persen, PHP -4,46 persen, dan TRY -7,17 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari Editor: Parmin Ikuti kami di Sudah Sadar, Pria Lajang Beberkan Kronologi Pingsan di Mobil dengan Bu Guru hingga Mulut Berbusa Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Tidak ada komentar