GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Indonesia-Singapura Atasi Masalah Kejiwaan 10.000 Penduduk Jawa Timur

Indonesia-Singapura Atasi Masalah Kejiwaan 10.000 Penduduk Jawa Timur

Liputan6.com, Jakarta Masalah kejiwaan atau psikiatri masih menjadi salah satu fokus pemerintah, terutama di provinsi Jawa Timur. Hal inilah yang mendorong pem…

Indonesia-Singapura Atasi Masalah Kejiwaan 10.000 Penduduk Jawa Timur

Liputan6.com, Jakarta

Masalah kejiwaan atau psikiatri masih menjadi salah satu fokus pemerintah, terutama di provinsi Jawa Timur. Hal inilah yang mendorong pemerintah daerah Jawa Timur mewakili Indonesia menjalin kerjasama dengan negara tetangga, yakni Singapura yang diwakili SIF (Singapore International Foundation).

  • Penduduk Sulsel dan Babel Waspadai Risiko Serangan Jantung
  • Warga Minta Bandara Bali Utara Segera Dibangun
  • Indonesia Bagian Timur Masih Tinggi Endemis Malaria

Mengutip rilis yang diterima Health Liputan6.com, Kamis (26/4/2018), program bertajuk "ECAPS (Enhancing Child and Adolescent Psychiatric Services)" ini telah dimulai sejak 2016. Kerjasama terkait masalah psikiatri ini melibatkan dua rumah sakit jiwa, yakni Rumah Sakit Jiwa Menur dan Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat yang berlokasi di Surabaya.

Kolaborasi antara dua negara ini dilakukan dengan pendekatan "training-of-trainers", sebanyak 200 peserta pelatihan akan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan penilaian, perawatan, dan pengelolaan pasien anak dan remaja yang memiliki permasalahan emosi dan perilaku, meliputi autisme, gangguan pemusatan pikiran, hiperaktif, psikosis, dan gangguan mood.

Di antara peserta pelatihan tersebut, terdapat tim inti yang terdiri dari 27 orang "master trainer" yang telah dipilih untuk melatih rekan sejawat mereka. Hal ini dilakukan guna mempertahankan sistem alih pengetahuan dan keterampilan selama dan sesudah program berakhir.

Dalam dua tahun kolaborasi Indonesia-Singapura, program tersebut berdampak positif bagi lebih dari 10.000 anggota masyarakat di Jawa Timur yang mengalami gangguan jiwa. Program ini pun ditutup dengan Simposium yang dilaksanakan pada 25 April 2018. Acara tersebut di hadiri oleh Kepala Bagian Kerjasama, Annie Retnowanti, Biro Humas Protokol, dan Sektretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Saksikan juga video berikut ini:

Diduga alami gangguan jiwa, seorang pria menulis lafaz Allah di atas trotoar sepanjang lima meter.

1 dari 2 halaman

Penanganan gangguan jiwa atau psikiatrik melibatkan keluarga

ECAPS, Kolaborasi Indonesia-SIngapura soal Penanganan Masalah Psikiatri
Proses pelatihan yang dilakukan dalam program ECAPS, hasil kolaborasi Indonesia dan Singapura dalam menangani masalah kejiwaan di Jawa Timur. (Foto : Dokumentasi SIF)

Perawatan pada orang dengan gangguan jiwa, terutama anak dan remaja memang tidak hanya menjadi tugas tenaga medis, melainkan pihak keluarga. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Jiwa Menur, Dr. Ika Indiya h Prasetyawati.

"Keluarga pasien juga didorong untuk dapat pula mendukung kepedulian atas kesehatan mental di lingkugnan dan komunitas sekitar mereka," ujar Ika, mengutip dari rilis yang dikeluarkan oleh SIF.

Di tingkat global, program ECAPS berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang telah dicanangkan PBB, atas tujuan nomor tiga yang menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Tidak ada komentar