GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa Timur

Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa Timur

Peristiwa - Daerah Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa Timur Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata Sejarah Pro…

Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa Timur

Peristiwa - Daerah Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa Timur Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa TimurBimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata Sejarah Provinsi Jawa Timur. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia) Rabu, 09 Mei 2018 - 22:03 2.49k

TIMESINDONESIA, JAKARTA â€" Keanekaragaman budaya dan sejarah Indonesia, menjadi potensi besar untuk diolah menjadi wisata sejarah. Hal ini juga bisa dimanfaatkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Berbagai bangunan bersejar ah peninggalan Belanda, warisan alam, dan juga museum, menjadi objek wisata sejarah yang dapat dikunjungi.

Hal itu dirasakan Provinsi Jawa Timur yang memiliki segudang potensi wisata sejarah. Mulai dari House Of Sampurna, Desa Kemiren, Jembatan Merah, Monumen Kapal Selam Surabaya, hingga Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman. Semua memiliki keberagaman dan nilai sejarah tersendiri.

Menurut Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, untuk pengembangan wisata sejarah dan religi, Jawa Timur memiliki potensi kekayaan sejarah yang berlimpah. Berbagai penjuru wilayah di Jawa Timur yang bila dikemas dengan baik, bagus untuk dijadikan atraksi pariwisata.

“Sehingga diharapkan mampu menarik minat kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” ujar Pitana, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Area 1, Wawan Gunawan, saat Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata Sejarah Provinsi Jawa Timur, di Hotel Santika Banyuw angi, Selasa (8/5/2018).

Pitana menambahkan, hal terpenting dalam pengembagan wisata sejarah diantaranya, komitmen pemerintah daerah, masyarakat, budayawan, komunitas atau pelaku industri wisata sejarah, akademisi dan media. Hal tersebut diperlukan untuk mendata, mengidentifikasi, mengembangkan, dan mematenkan sejarah. Tentunya dengan menyertakan nilai dan filosofi dari daerah setempat.

“Dan juga melakukan pembinaan kepada kader generasi muda untuk pengembangan sadar wisata sejarah. Sehingga dapat diarahkan dan mampu berfungsi memenuhi standar pelayanan yang dibutuhkan wisatawan khususnya wisata sejarah,” ucap Pitana yang diamini Wawan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Area 1 Wawan Gunawan menambahkan, kader wisata sejarah harus diarahkan. Tujuannya agar mampu berfungsi memenuhi standar pelayanan yang dibutuhkan wisatawan. Khususnya wisata sejarah.

“Penetapan destinasi wisata sejarah, khususnya di wilayah Jawa Timur, harus melalui komi tmen pemerintah daerah dan bersinergi dengan pemerintah pusat. Hal itu dalam bentuk kegiatan edukasi, atraksi, apresiasi dan rekreasi khususnya wisata Sejarah di Jawa Timur,” ujar Wawan.

You can tell friends this news!
Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Berita Lainnya

Spectr News Theme 47

Lagi, Polres Probolinggo Musnahkan 4.800 Botol Miras Oplosan

Spectr News Theme 3.51k

Asyik, KA BIAS Gratis Tiga Hari

Spectr News Theme 3.25k

Setara Institute: Perlu Penanganan Khusus untuk Penjara Napi Terorisme

Spectr News Theme 4.07k

Pemkab Lumajang Belajar Tata Kelola HIPPA ke Bondowoso

Spectr News Theme 1.62k

Begini Cara Polres Malang Ciptakan Suanasa yang Kondusif Jelang Pilkada Serentak

Spectr News Theme 10.00k

Mako Brimob Dikuasi Teroris, Polisi Tidak Bisa Lagi Masuk Rutan

Spectr News Theme 2.05k

PPK Kecamatan Genteng Banyuwangi, Turun Tangan Benahi APK yang Roboh

Spectr News Theme 2.46k

Pangdam V/Brawijaya Ajak Tokoh Masyarakat dan Ulama Jaga Kondusifitas Wilayah

Spectr News Theme 2.33k

Peserta Geltek 2018 Diharapkan Segera Mempratikkan Ilmunya

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Tidak ada komentar