www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Deklarasi Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak di Gelar di Jatim, ini Salah Satu Alasannya

Posted by On 01.19

Deklarasi Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak di Gelar di Jatim, ini Salah Satu Alasannya

Berita Surabaya

Deklarasi Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak di Gelar di Jatim, ini Salah Satu Alasannya

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang dijadikan lokasi deklarasi “Gerakan Bersama untuk Stop Perkawinan Anak” di Indonesia.

Deklarasi Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak di Gelar di Jatim, ini Salah Satu Alasannyasurya/sulvi sofianaTOLAK PERNIKAHAN ANAK : Talkshow “Gerakan Bersama untuk Stop Perkawinan Anak” dihadiri Pejabat Kementerian Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPP-PA) dan Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Timur di Taman Bungkul, Minggu (26/11/2017).

SURYA.co.id | SURABAYA â€" Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang dijadikan lokasi deklarasi “Gerakan Bersama untuk Stop Perkawinan Anak” di Indonesia. Hal ini karena Jatim menjadi salah satu dari 5 provinsi dengan angka perkawinan anak tinggi.

Hal ini disaampaikan Asisten Deputi Hak Anak Atas Pendidikan Dan Budaya, Elfi Hendrani dalam sosialisasi gerakan ini di Taman Bungkul, Minggu (26/11/2017).

Dikatakannya, Council of Foreign Relations telah merilis Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh Negara atau ketujuh di dunia dengan angka absolut tertinggi pengantin anak. Indonesia adalah yang tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja.

Untuk itu Kementerian Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPP-PA) sebagai Kementerian yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan terkait pemenuhan hak anak dan perlindungan anak.

Salah satunya dengan gerakan yang dilakukan di 5 provinsi. Yaitu di Pendopo Kabupaten Indramayu Provinsi Jabar, Balai Kota Semarang Provinsi Jawa Teng ah, Taman Bungkul Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur, Pantai Losari Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pantai Ampenan Kota MAtaram Provinsi NTB.

“Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak, sangat diharapkan dapat mengubah mindset baik dari para pengambil keputusan maupun masyarakat bahwa perkawinan anak sangat merugikan bagi Negara, masyarakat bahkan anak itu sendiri. Dan hasil dari Gerakan Bersama ini dapat mendorong adanya payung kebijakan dalam pencegahan dan penghapusan terhadap praktek perkawinan anak,” ujarnya

Dikatakannya, perkawinan anak adalah merupakan pelanggaran atas hak anak yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Berdasarkan data, perkawinan anak saat ini sangat memprihatinkan. Perkawinan usia anak masih banyak terjadi di Indonesia. 1 dari 6 atau 17 persen anak perempuan menikah pada usia anak, yaitu sebelum dia mencapai 18 tahun

“Setiap tahunnya, ada 340,000 anak perempuan yang menikah dibawah usia 18 tahun,” ungkapnya.

Ber dasarkan Laporan BPS Tahun 2016, menunjukkan Analisis Data Perkawinan Anak di Provinsi Jawa Timur Menempati urutan ke-13 di Indonesia.

Hal ini juga berdasarkan data Tahun 2015 Kabupaten Bondowoso menempati peringkat ketiga dengan angka pernikahan anak di Kabupaten Bondowoso ada 2.250 kasus.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Sulvi Sofiana Editor: Parmin Ikuti kami di Pasangan Kelas 1 SMA Menikah Muda, Alasannya karena Saat Subuh Kerap Tepergok oleh Orangtua Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »