www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

BI: Ekonomi Jatim bakal tumbuh 5,6 persen tahun depan

Posted by On 12.32

BI: Ekonomi Jatim bakal tumbuh 5,6 persen tahun depan

Pertemuan Tahunan yang digelar oelh Bank Indonesia kantor Perwakilan Jatim yang juga dihadiri Gubernur Jatim, H. Soekarwo di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (13/12/2017). Foto-ist

LENSAINDONESIA.COM: Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur terus lakukan optimalisasi bauran kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi khususnya di Jawa Timur. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah dalam Pertemuan Tahunan di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (13/12/2017).

Digelaran yang mengusung tema “Memperkuat Momentum Perekonomian Jawa Timur” Difi mengatakan, BI bakal terus membesut kebijakan moneter guna hadapi inflasi. Diantaranya dengan menciptakan terus kebijakan nilai tukar sesuai fundamentalnya. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan riset pendalaman pasar uang.

“Menggalakkan operasi moneter kali ini wajib dilakukan guna menjaga performa likuiditas, hal ini akan menjaga stabilitas suku bunga pasar uang. Untuk itu, BI senantiasa perkuat implementasi Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah Rata-Rata, sampai pada pencakupan GWM Rupiah dan GWM valas mulai dari bank konvensional hingga bank syariah,” tandas Difi.

Di wilayah BI Provinsi Jatim tahun 2018, pihaknya berperan dalam startegic advisor bagi pemerintah daerah harus selalu siaga memaksimalkan koordinasi dan kerjasama yang lebih terstruktur untuk mencapai solusi permasalahan ekonomi Jatim.

“Ekonomi domestik mengalami pemulihan di tahun 2017. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 diprediksi mencapai 5,1 persen dengan tingkat inflasi diperkirakan terjaga di level rendah, di sekitar 3,0-3,5 persen,” papar Difi.

Kendati mengalami pertumb uhan lebih rendah dibanding capaian tahun 2016 (5,5 persen), lanjut Difi, ekonomi Jatim bakal tumbuh di kisaran 5,0 hingga 5,4 persen di tahun 2017. Sementara nilai inflasi hingga akhir tahun diproyeksikan bakal terkendali di sekitar 3,8 hingga 4,0 persen dan untuk Stabilitas Sistem Keuangan Jawa Timur masih terjaga, meningkatnya kinerja kredit dan dana pihak ketiga (DPK) jika bagus maka risiko kredit juga terkendali.

Di sisi lain, yang sedang dihadapi perekonomian Jawa Timur terletak pada Konsumsi Rumah Tangga yang jadi penyebab utama ekonomi Jawa Timur masih lemah pada pola normalnya. Kemudian kontribusi dan daya dukung sektor pertanian bagi perekonomian juga cenderung lamban.

Di tahun 2011 sektor pertanian tumbuh di kisaran 4 persen â€" 5 persen (yoy), sedangkan di tahun 2017 secara kumulatif hanya tumbuh 1,65 persen.

“Sumber-sumber pertumbuhan baru harus dikembangkan dengan cepat. Menurut riset dan kajian Bank Indonesia, ada 3 (tiga) industri potensial kom petitif daerah yang bisa dikembangkan di Jatim. Diantaranya industri pengolahan ikan dan biota laut, industri galangan kapal, dan industri pariwisata,” tegas Difi.

Tahun 2018 perekonomian Indonesia pulih kembali

BI yakin kondisi perekonomian Indonesia masih kondusif di tahun 2018. Bahkan, akan mampu memulihkan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di tahun 2018 optimis akan sampai pada 5,2 hingga 5,6 persen.

Untuk kredit dan pembiayaan, sekira bakal tumbuh mulai 10 hingga 12 persen dengan pertumbuhan DPK sebesar 9-11 persen. Dan inflasi diperkirakan masih terkendali di kisaran 3,5±1 persen.

“Peningkatan pembangunan infrastruktur Pemprov Jawa Timur juga mendongkrak nilai investasi, bahkan pertumbuhannya masih tinggi, sebab adanya pembangunan jalan tol Trans Jawa maupun non Trans Jawa, berikut pembangunan bandara dan pelabuhan”, tambah Difi.

Sementara itu, Gubernur Jatim, H Soekarwo menyampaikan, Jatim menduduki peringkat 1 terkait tingkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) di tahun 2017. Yakni terletak pada 3 (tiga) aspek diantaranya daya tarik investor, fleksibilitas bisnis dan kebijakan kompetitif.

“Kami berharap hal ini mampu mendorong minat pengusaha dan investor guna meningkatkan investasi di Jatim tentunya. Berikutnya, Jatim bakal menerima tantangan berat. Untuk itu, semua pihak harus bersinergi dengan seluruh institusi agar Indonesia dan Jawa Timur semakin makmur, inklusif, sejahtera, serta berkeadilan,” tegas Soekarwo.@Ar,Eld-Licom

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »