www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Komunitas Suporter Cerdas Indonesia Regional Jawa Timur (1)

Posted by On 16.03

Komunitas Suporter Cerdas Indonesia Regional Jawa Timur (1)

Komunitas ini terbilang unik. Lantaran, anggota dari komunitas ini merupakan lintas suporter tim sepak bola di Indonesia. Komunitas ini rutin menggelar pertemuan di Kota Malang dan Surabaya, dua kota yang kerap kali berseteru dalam urusan sepak bola. Seperti apa pesan damai mereka?

The Jakmania, Bobotoh, Aremania, dan Bonekmania. Nama-nama tersebut merupakan bagian dari sejumlah kelompok suporter yang sering bertikai di negeri ini. Kendati demikian, bukan berarti kelompok suporter tersebut tidak ada iktikad untuk berdamai.

Anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Suporter Indonesia Cerdas ini salah satunya yang ingin melihat semua supporter sepak bola di Indonesia selalu damai. Termasuk, Aremania dan Bonekmania yang sering berseteru. Yang tergabung dalam komunitas ini adalah kelompok suporter La Mania (Persela), Bonekmania (Persebaya), Aremania (Arema), Viking-Bobotoh (Persib Bandung), Persikmania (Persik Kediri), The Jakmania (Persija Jakarta), Boromania (Persibo Bojonegoro), dan lain-lain.

Salah seorang anggota, Zulfiqar Fahrozi Hamal, saat ditemui di Paijo Coffee, daerah Merjosari, Kota Malang, Sabtu lalu (6/1) bercerita panjang lebar tentang komunitas yang di Jawa Timur paling sering berkumpul di Kota Malang dan Surabaya ini. Menurut dia, komunitas suporter ini ada karena mereka sudah bosan dengan pertikaian antarsuporter.

”Persaingan itu seharusnya terjadi di lapangan saja,” kata pemuda yang akrab disapa Zul ini.

Dia menjelaskan bahwa kedua suporter hanya bersaing dalam mendukung timnya di dalam stadion untuk durasi 2×45 menit. ”Setelah itu, kita semua tetap saudara. Indonesia,” imbuh pria yang juga seorang Aremania ini.

Oleh karena itu, dia dan teman-temannya ingin serius membentuk komunitas yang terdiri dari berbagai macam suporter di Indonesia unt uk misi mendamaikan suporter-suporter tersebut. Terutama yang memiliki sejarah panjang dalam pertikaian.

Komunitas ini memang masih tergolong baru terbentuk, tapi keberadaannya boleh dikatakan sebagai perintis yang patut dicontoh. Komunitas ini berdiri pada 4 September 2016. Sedangkan untuk wilayah regional Jawa Timur, komunitas itu terbentuk pada 8 September 2016.

Awal mula berdiri komunitas tersebut diinisiasi dua orang. ”Awalnya dua orang Jakmania dan Bobotoh,” terang pria kelahiran 23 Mei 1997 ini. Dia juga menjelaskan bahwa komunitas itu juga berdiri kali pertama di Jakarta dan Bandung. Baru kemudian Jawa Timur dan tempat-tempat lain menyusul.

Saat ini, komunitas tersebut sudah tersebar mulai dari Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, Lampung, Tegal, Palembang, dan Jawa Timur. Berbeda dengan daerah lain, Jawa Timur merupakan satu-satunya yang komunitasnya dengan cakupan regional.

”Mungkin karena basic suporter di Jawa Timur tinggi, cakupan kami lebih l uas (bukan kota),” beber pria kelahiran Surabaya, 20 tahun silam itu. Meski tidak mengetahui jumlah anggota di wilayah lain, dia menjelaskan untuk Regional Jawa Timur sendiri ada 133 anggota.

Sementara itu, anggota lainnya, Ardi P. Ikhsanu, menjelaskan bahwa komunitas ini sering mengadakan pertemuan.

”Kalau 2017 lalu, kami setiap bulan meet-up,” ucap Ardi. Dia menjelaskan bahwa selain untuk kedekatan, mereka juga memiliki misi-misi untuk sosialisasi mengenai perdamaian antarsuporter ke berbagai daerah.

”Jadi, kami melakukan pertemuannya digilir per kota,” ujarnya. Menurut dia, karena wilayah Jawa Timur yang begitu luas dan tidak bisa mengumpulkan semua anggota dalam satu waktu. Akhirnya mereka bergiliran mengunjungi satu kota ke kota lainnya.

Tak hanya itu, mereka juga memiliki misi saat singgah di kota-kota tersebut. Mereka menyasar para suporter muda untuk memberikan pesan damai.

”Kami sharing tentang sepak bola di Indonesia. Kami ingin me nunjukkan bahwa komunitas ini sebagai cerminan untuk berdamai,” imbuh pemuda yang juga suporter Persebaya itu. Pesan-pesan damai tersebut sering dia berikan kepada generasi muda para suporter, terutama yang masih duduk di bangku sekolah.

”Kalau kami bisa menjadi satu, kenapa mereka tidak?” ucapnya. Dia menjelaskan bahwa hal tersebut perlu dilakukan untuk mendamaikan pertikaian antarsuporter. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi,” tambahnya.

Mereka juga berharap bahwa perdamaian tersebut bisa menyebar dan muncul komunitas-komunitas lain yang memiliki misi serupa. ”Rivalitas tanpa kriminalitas, itulah yang ingin kami usung,” pungkasnya.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Falahi Mubarok

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »