www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Khofifah akan cetak sejarah gubernur perempuan pertama di Jatim

Posted by On 04.06

Khofifah akan cetak sejarah gubernur perempuan pertama di Jatim

Merdeka > Politik Khofifah akan cetak sejarah gubernur perempuan pertama di Jatim Senin, 12 Februari 2018 21:21 Reporter : Moch. Andriansyah Khofifah di Garden Palace Surabaya. ©2018 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Pasca-ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon gubernur, Senin (12/2), Khofifah Indar Parawansa akan mencetak sejarah baru, guber nur perempuan pertama di Jawa Timur dan kedua di Indonesia.

Di Pilgub Jawa Timur 2018 ini, mantan Menteri Sosial ini menggandeng Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak. "Hari ini kita sedang membangun sejarah. Kita akan melahirkan seorang gubernur perempuan di Jatim," kata Khofifah dalam pidatonya di acara deklarasi Koalisi Perempuan Pemenangan (KPP) Khofifah-Emil di Garden Palace Surabaya.

Seperti diketahui, sejak era RMT Ario Soerjo (gubernur Jatim pertama) atau lebih dikenal dengan Gubernur Suryo di tahun 1945 hingga 1947, hingga dua periode kepemimpinan Soekarwo (2009-2014 dan 2014-2019) belum sekalipun kursi Jawa Timur satu ditempati seorang perempuan.

Untuk itu, bagi Khofifah, sudah saatnya perempuan menjadi gubernur Jawa Timur. Mengapa? Karena sejak Kerajaan Majapahit hingga Blambangan, di bumi Jawa Timur ini telah mengalir pemimpin-pemimpin perempuan. Maka, Khofifah berpeluang besar meneruskan sejarah sebagai gubernur perempuan kedua di Indonesia, setelah Ratu Atut Chosiyah di Provinsi Banten.

"Ini menunjukkan kalau konsep Nusantara berangkat dari Jatim, konsep Merah Putih berangkat dari Jatim. Maka kita tegakkan Merah Putih dari seluruh elemen perempuan yang ada di Jatim. Kita kawal Nusantara melalui tangan-tangan teguh, tangguh, dan pendirian yang kuat dari perempuan-perempuan Jatim," paparnya berapai-api.

Siapkan generasi emas menuju Jatim sejahtera

Apalagi, Khofifah melanjutkan, di Jawa Timur masih banyak perempuan-perempuan di pedesaan yang mengalami kemiskinan. Oleh karenanya, ketika dia diajak merumuskan Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2007, dirinya menekankan bahwa ibu-ibu dari keluarga miskin yang memiliki balita dan tak bisa memberikan asupan gizi yang baik, harus disapa lewat PKH.

"Kenapa saya usul intervensinya lewat ibu-ibu kurang mampu yang hamil maupun yang punya bayi balita? Karena inilah sebetulnya embrio ketika kita ingin menyiapk an generasi emas di negeri ini," sambung ketua umum PP Muslimat NU ini.

Perempuan yang pernah menjadi kepala BKKBN, serta mengikuti studi banding di banyak negara terkait pengentasan kemiskinan ini juga menandaskan, kemiskinan di Jawa Timur, terutama di perdesaan menjadi PR bersama. "Bahagiakan ibu-ibu yang ada di desa-desa. Lepaskan mereka dari jeratan rentenir, bikin mereka bisa hidup mandiri," ajaknya.

Khofifah juga mengaku, dirinya bersama Emil juga sudah menghitung Posyandu di Jawa Timur agar tidak sekadar diberikan tambahan makanan untuk anak balita yang sedang ditimbang. "Tapi Posyandu harus menjadi pintu masuk pemberdayaan ekonomi kader-kader Posyandu," katanya.

Di ujung pidato politiknya, Khofifah mengajak seluruh elemen partai pengusung untuk terjun dan menyapa secara langsung masyarakat terutama di perdesaan. "Sapa saudara kita yang ada di desa supaya mereka bisa senyum. Bahagianya ibu-ibu Parpol pengusung juga harus m enjadi bahagianya ibu-ibu di desa," katanya. [fik]


Topik berita Terkait:
  1. Pilgub Jatim
  2. Khofifah Indar Parawansa
  3. Khofifah Emil Dardak
  4. Surabaya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Fokus Pilgub Jatim, 15 Februari Gus Ipul cuti dari Wakil Gubernur

  • Cagub NTT ditahan KPK, Mendagri serahkan urusan pencalonan ke KPU

  • Mendagri sebut tak mungkin semua Pjs Gubernur dari Eselon 1 Kemendagri

Rekomendasi

Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »