www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bea Cukai Jatim Bakar 5,8 Juta Batang Rokok Senilai Rp 4 Miliar

Posted by On 10.27

Bea Cukai Jatim Bakar 5,8 Juta Batang Rokok Senilai Rp 4 Miliar

Sidoarjo

Bea Cukai Jatim Bakar 5,8 Juta Batang Rokok Senilai Rp 4 Miliar

Rokok senilai Rp 4 miliar dibakar di halaman Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jatim 1 di Jalan Juanda, Sidoarjo, Senin (30/4/2018).

Bea Cukai Jatim Bakar 5,8 Juta Batang Rokok Senilai Rp 4 Miliarm taufikRokok senilai Rp 4 miliar dibakar di halaman Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jatim 1 di Jalan Juanda, Sidoarjo, Senin (30/4/2018).

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Rokok senilai Rp 4 miliar dibakar di halaman Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jatim 1 di Jalan Juanda, Sidoarjo, Senin (30/4/2018).

Rokok sebanyak itu merupakan barang ilegal hasil t angkapan petugas bea cukai sejak awal 2018 lalu. Rokok-rokok yang dimusnahkan itu totalnya ada 422 pak atau 5,8 juta batang.

"Ini hanya sebagian, karena sejak Januari hingga sekarang ada lebih dari 10 juta batang rokok ilegal yang berhasil disita petugas. Namun, lainnya masih dalam proses penyidikan sehingga belum bisa dimusnahkan," ungkap Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim 1, M Purwantoro.

Barang bukti yang dibakar itu disita dari delapan perkara dengan delapan orang pelaku peredaran rokok ilegal. Pelanggarannya, menggunakan pita cukai bekas atau pita cukai yang diduga palsu.

"Rokok ilegal banyak beredar hampir di seluruh Indonesia. Tapi produsennya, terbesar ada di Jawa Timur. Makanya, kami bersama kepolisian, TNI, kejaksaan dan berbagai instansi lain terus berupaya menekan peredaran ini," sambung dia.

Di Jawa Timur sendiri, peredaran rokok ilegal juga hampir merata. Dari 38 kabupaten/kota yang ada, paling hanya dua atau tiga daerah yang tidak memiliki produsen rokok ilegal.

Sidoarjo, Malang, Blitar dan sejumlah daerah lain, selama ini dikenal sebagai produsen rokok ilegal. "Tapi kalau yang terbesar produksi dan peredaran rokok ilegal di Jatim, ada di Madura," tukas Purwantoro.

Penindakan terhadap peredaran rokok ilegal, menurutnya juga terkait dengan upaya meningkatkan target pendapatan dari sektor cukai yang tahun ini dipatok Rp 43,9 triliun.

Pada triwulan pertama 2018, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan sekitar Rp 3 triliun. "Untuk memenuhi target pendapatan, kami juga berusaha menekan peredaran rokok ilegal. Targetnya, tahun ini bisa ditekan sampai 6 persen," urainya.

Di Jawa Timur, peredaran rokok secara keseluruhan mencapai sekitar 300 miliar batang dalam setahun. Dari jumlah itu, sementara ini peredaran rokok ilegal mencapai 12 persen. Dengan penindakan-penindakan, harapannya bisa terus ditekan sampai 6 persen.

Kepala Disperindag Jawa Timur, M Ardi Pras etiawan yang juga hadir dalam acara pemusnahan ini juga membenarkan bahwa produsen rokok di Jatim hampir ada di seluruh wilayah.

Mulai dari kelas industri kecil, industri menengah, hingga yang berskala besar, semua ada dan menyebar hampir di semua daerah.

Di Indonesia, Jawa Timur menjadi produsen rokok terbesar yang hasil produksinya juga biasa dipasarkan ke berbagai daerah lain di seluruh nusantara.

"Kami terus melakukan pendataan terhadap semua produsen rokok yang ada. Sembari juga terus melakukan sosialisasi kepada pelaku UKM agar mengurus izin. Dari pada ketangkap malah semua produksi disita dan tidak bisa melanjutkan usahanya. Toh sekarang proses perizinan lebih mudah," ujar Ardi.

Penulis: M Taufik Editor: yuli Ikuti kami di TERPOPULER: Insiden Buruk Kali Pertama, Bule Denmark Diperkosa di Mentawai, Begini Kronologi Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »