www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hardiknas, Begini Janji Pendidikan dari Kedua Cagub Jatim

Posted by On 06.50

Hardiknas, Begini Janji Pendidikan dari Kedua Cagub Jatim

Hardiknas, Begini Janji Pendidikan dari Kedua Cagub JatimIDN Times/Sukma Shakti

Surabaya, IDN Times - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dijadikan momentum oleh kedua Calon Gubernur Jawa Timur Khofifahh Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk menjaring aspirasi sekaligus berkampanye.

Wajar jika kedua calon memanfaatkan isu pendidikan untuk meraih suara. Pasalnya, masih ada 21 persen penduduk Jatim yang tidak lulus Sekolah Dasar (SD). Bukan hanya itu, menurut kedua cagub saat ini kesejahteraan GTT (Guru Tidak Tetap) juga masih di bawah standar layak.

1. Khofifah sebut APS di Jatim masih rendah

Hardiknas, Begini Janji Pendidikan dari Kedua Cagub JatimDok. IDN Times/Istimewa

Khofifah mengatakan, angka partisipasi sekolah (APS) di Jawa Timur masih rendah, yaitu hanya 7,23 persen. Menurut dia, siswa di Jatim paling banyak drop out saat kelas 2 SMP. Tidak hanya itu, Khofifah juga menyebutkan berdasarkan data BPS Jawa Timur tahun 2018, masih ada 21 persen penduduk yang berusia 15 tahun tidak lulus SD.

"Sedangkan yang lulus sampai SD saja ada 30 persen. Yang tidak lulus SD ada 21 persen. Artinya saat ini kita punya 51 persen tenaga kerja yang unskilled atau tidak cakap," kata Khofifah. Untuk itu, dia mengatakan bahwa pendidikan di Jawa Timur butuh penanganan khusus.

2. Program kejar paket akan lebih diiintensifkan

Hardiknas, Begini Janji Pendidikan dari Kedua Cagub JatimIDN Times/Sukma Shakti

Perlakuan khusus yang dimaksud Khofifah adalah dengan penyaluran program kejar paket yang intensif untuk warga Jatim yang belum lulus SD, SD dan SMP, sampai SMA. "Kejar paket ini harus sampai menyisir, kadang yang bnyak kasusnya adalah penduduk yang sudah kerja, malas untuk melanjutkan program kejar paket," kata Khofifah.

Tidak hanya itu, kasus yang terjadi juga adalah masyarakat Jatim tidak tahu bagaimana cara mendapatkan program kejar paket. Sehingga menurut mantan Menteri Sosial ini, butuh ada penyisiran bahkan samai tingkat RT dan RW.

EDITORS' PICKS

  1. Menag Lukman Hakim Minta Rumah Ibadah Tak Digunakan Jadi Alat Kampanye
  2. Aher Usulkan Gaji Kepala Daerah Naik agar Tak Korupsi, Apa Respons Mendagri?

Ia mencontohkan ada seorang gadis berusia 18 tahun asal Pasuruan yang tak lulus SD yang tak tahu program kejar paket. Untungnya, RT RW setempat melakukan penyisiran. "Baru setelah lulus program pendidikan 12 tahun, SDM nya j uga harus diberi bekal vocational training untuk bekal lifeskill. Khususnya yang usianya sudah lebih dari 18 tahun," kata Khofifah.

3. Gus Ipul andalkan Madin Plus untuk tingkatkan kualitas pendidikan

Hardiknas, Begini Janji Pendidikan dari Kedua Cagub JatimIDN Times/Ardiansyah Fajar

Sementara itu, Gus Ipul menyampaikan komitmennya untuk terus memperbaiki dunia pendidikan bila terpilih nanti di hadapan para tokoh Muhammadiyah se-Malang Raya. "Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan pendidikan di Jawa Timur. Pertama, dengan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru," kata Gus Ipul di Convention Hall Taman Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Pasangan Puti Guntur Soekarno ini mengaku memiliki berbagai program berupa beasiswa pendidikan sarjana bagi guru-guru madrasah diniyah, yakni melalui program Madin Plus, "Yang menjadi tantangan kita adalah peningkatan kesejahteraan para guru, baik di sekolah negeri maupun swasta," ujarnya. Di sekolah negeri, lanjut dia, ada guru tidak tetap (GTT) yang juga harus dicarikan solusi.

4. Gus Ipul nilai sekolah swasta masih memiliki banyak problem

Hardiknas, Begini Janji Pendidikan dari Kedua Cagub JatimIDN Times/Sukma Shakti

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menyoroti banyaknya masalah yang dihadapi oleh sekolah swasta, terutama soal kesejahteraan. Oleh karena itu, Gus Ipul mencanangkan Upah Minimum Guru (UMG) bagi guru swasta.

Adapun bagi para siswa, ia menargetkan wajib belajar 12 tahun harus tercapai dengan disertai pendidikan keterampilan. Setelah ditariknya pengelolaan SMA/SMK ke Pemprov, banyak orang tua murid yang kurang mampu mengelu hkan biaya pendidikan yang tidak lagi gratis. "Oleh karena itu kami luncurkan Dik Dilan atau pendidikan gratis dilanjutkan. Siswa SMA/SMK Negeri digratiskan berkelanjutan," ujarnya.

Baca juga: Pesan Menristekdikti untuk Perguruan Tinggi di Hardiknas


Read More Faiz NashrillahEditorFaiz NashrillahLine IDN TimesSumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »