www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Khofifah Dorong Munculnya Varietas Kedelai Unggul untuk Produksi Tempe di Jatim

Posted by On 06.11

Khofifah Dorong Munculnya Varietas Kedelai Unggul untuk Produksi Tempe di Jatim

Pilkada 2018

Khofifah Dorong Munculnya Varietas Kedelai Unggul untuk Produksi Tempe di Jatim

Cagub Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan teknologi pertanian dan produksi kedelai varietas unggul.

Khofifah Dorong Munculnya Varietas Kedelai Unggul untuk Produksi Tempe di Jatimsurabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroCalon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi salah satu tempat pembuatan tempe di Desa Pare Rejo, kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (5/6/2018).

SURYA.co.id | PASURUAN - Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawa nsa mendorong pengembangan teknologi pertanian dan produksi kedelai varietas unggul.

Hal itu perlu dia lakukan setelah mengetahui bahwa hampir seluruh perajin tempe di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, menggunakan kedelai impor untuk produksi.

"Jadi mereka menggunakan kedelai impor karena kalau menggunakan kedelai lokal, tidak mekar. Sedangkan kalau menggunakan kedelai impor itu harganya terus mahal," ucap Khofifah, usai meninjau kampung tempe Parerejo, Selasa (5/6/2018).

Khofifah pun mengajak perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian untuk ikut bergandengan melakukan pendampingan guna menciptakan varietas kedelai kualitas sekelas impor namun dikembangkan olek petani kedelai lokal.

"Ini sangat potensial. Di kampung ini, ada 200 KK yang masuk dalam paguyuban perajin tempe. Satu rumah saja, bisa memproduksi tempe dengan menggunakan 2 sampai 5 kuintal kedelai dalam satu hari, tapi yang digunakan adalah impor," ; ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab mengapa Indonesia tidak bisa menenam kedelai seperti jenis kedelai impor yang digunakan perajin tempe. Seperti kontur tanahnya tidak sesuai, atau juga metode pertaniannya yang berbeda dengan kondisi tanah di Indonesia.

"Teknologi pertanian kita sangat mungkin untuk memajukan pertanian Jawa Timur khususnya untuk kedelai. Sehingga petani kedelai kita juga berjaya," kata Khofifah.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kampung Tempe, Muhammad Irvan mengatakan bahwa ada sejumlah kendala kedelai lokal tidak digunakan sebagai bahan produksi tempe.

"Memang dari segi rasa, enak kedelai lokal. Tapi dia tidak bisa mekar dan mesin penggilingnya sudah diset untuk ukuran kedelai impor," katanya.

Kendala yang keduaadalah masalah air. Ia mengakatakan bahwa saat kemarau, air di kampung tempe ini terbilang susah. Sehingga ia berharap distribusi air di kampung te mpe bisa lebih baik ke depannya.

Dengan komitmen Khofifah yang ingin menyejahterakan para perajin tempe, maka ia berharap Khofifah bisa dilantik jadi gubernur berikutnya.

"Harapan kami ibu Khofifah bisa menang dan bisa memperbaiki nasib para perajin tempe di kampung ini. Dan bisa menjadi desa wisata," kata Irvan.

Penulis: Fatimatuz Zahro Editor: Eben Haezer Panca Ikuti kami di Ditolak, Pemuda Nekat Bunuh Diri Usai Tembak Mantan Pacarnya hingga Tewas, Aksinya Terekam CCTV Sumber: Google News | Berita 24 Jatim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »